Sistem manajemen ISO menjadi kebutuhan bagi kontraktor yang ingin memiliki panduan dalam meningkatkan kualitas, mematuhi rambu-rambu keselamatan kerja, serta mentaati standar regulasi lingkungan global. Standar ISO tersebut diantaranya yaitu ISO 9001, ISO 45001, dan ISO 140001. Selain itu, terdapat standar ISO lainnya yang merupakan jenis ISO untuk proyek konstruksi bagi kontraktor yang ingin mengerjakan proyek yang strategis, contohnya proyek pemerintah.
Untuk menjamin kualitas hasil output (produk dan layanan), diperlukan sistem manajemen. Salah satu sistem manajemen yang paling populer yakni ISO. ISO memiliki standar-standar yang berbeda setiap seri untuk setiap tujuan. Selain itu, standar ISO juga menjadi standar yang wajib (mandatory) untuk beberapa tujuan, salah satunya proyek pemerintah.
Sebagai industri yang mengutamakan kualitas, keselamatan, mempertimbangkan lingkungan, keamanan digital, serta mitigasi anti suap. Hal ini dikarenakan kompleksitas operasional proyek konstruksi yang melibatkan banyak pihak, sumber daya, pemenuhan ekspektasi stakeholder. Bahkan, terdapat regulasi yang mewajibkan BUJK (Badan Usaha Jasa Konstruksi), salah satunya yakni pada Permen PUPR No. 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemenuhan Sertifikat Standar Jasa Konstruksi dalam Rangka Mendukung Kemudahan Perizinan Berusaha bagi Pelaku Usaha Jasa Konstruksi. Permen PUPR tersebut mewajibkan BUJK untuk memiliki data penerapan sistem manajemen anti penyuapan.
Baca juga: Ketahui Ketidaksesuaian Audit ISO di Sektor Konstruksi
Mengingat bahwa proyek pemerintah memiliki standar yang tinggi dan tanggung jawab yang besar, maka penyedia jasa wajib memiliki standar ISO yang dibutuhkan dalam proyek pemerintah.
Berikut jenis-jenis ISO yang paling dibutuhkan untuk proyek pemerintah:
Standar ISO 9001 dapat menjadi fondasi utama dalam mengelola proyek secara konsisten dan berkualitas. Standar ini memastikan seluruh proses kerja mulai dari perencanaan, pengadaan material, hingga serah terima berjalan terkontrol dan terdokumentasi dengan baik.
Standar ini membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kecelakaan, menyediakan prosedur darurat, serta menciptakan budaya kerja yang aman. Dengan penerapan ISO 45001 proyek dikerjakan dengan memprioritaskan keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi K3.
Menerapkan ISO 37001 dapat memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan secara transparan dan bebas dari praktik suap. Standar ini membantu membangun sistem pengendalian yang mencegah dan mendeteksi potensi penyuapan, sekaligus memperkuat integritas dalam setiap transaksi.
Dalam proyek yang melibatkan data sensitif dan sistem digital, menggunakan ISO 27001 dapat menjaga keamanan informasi milik pemerintah maupun internal perusahaan. Standar ini memastikan bahwa setiap aset informasi dilindungi dari kebocoran, penyalahgunaan, atau serangan siber melalui pengendalian teknis dan prosedural.
ISO 14001 dapat membantu dalam mengelola dampak tersebut secara bertanggung jawab, mulai dari pengendalian limbah, efisiensi penggunaan sumber daya, hingga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Dengan ISO 14001, proses proyek konstruksi dapat menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Sebagai kontraktor atau penyedia jasa yang akan mengerjakan proyek pemerintah, menerapkan standar ISO menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Beberapa jenis ISO yang menjadi persyaratan dalam mengerjakan proyek pemerintahan diantaranya ISO 9001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, dan ISO 1400. Jika Anda sedang mencari konsultan ISO yang berpengalaman, konsultasikan dengan kami melalui sertifikasiisomurah.com Tim kami berpengalaman di bidang sertifikasi sistem manajemen, legalitas perusahaan, hingga ketenagalistrikan. Segera konsultasikan dengan kami untuk mendapat penawaran menarik lainnya!

Leave Your Comment